Halaman awal

Sunday, September 19, 2010

Another Trip To Lampung

Jumat, 17 September 2010

Suasana kantor di Jl. Assyrot 46B Kebayoran lama masih sepi, Aries, Eko n Jaka sedang sibuk-sibuknya men-set ulang mesin cetak 4 warna dan 1 warna yang kita miliki, ini hari pertama kita masuk dan semua harus di set ulang pasca libur lebaran. Suasana lantai 2 mulai memanas, karena deadline yang sudah kita sepakati dengan beberapa klien sudah harus segera direalisasikan. Terdengar nada sambung mesin fax berbunyi, ada fax masuk !!.

Perlahan tapi pasti, selembar kerta keluar dari mesin fax, ternyata sebuah Purchase Order dari Lampung, weks !!!! ternyata penawaran kita untuk merevisi penampilan karung PT.xxxx disetujui. Team mulai berdiskusi dan membuka berkas2 yang sudah kita siapkan untuk pekerjaan ini, alternatif 1 untuk penyelesaian pekerjaan ini adalah mengirimkannya ke workshop kita, proses dan kirim balik ke lampung, sedangkan alternatif 2 kita mengerjakannya di lampung. Berdasarkan informasi yang kita peroleh, ternyata tidak memungkinkan bila kita kerjakan di workshop kita, berarti kita harus ke lampung. So, malam itu juga Team memutuskan untuk berangkat ke Lampung.

Sabtu, 18 September 2010 pukul 02.30
Kriiiiiiiing, my HP berbunyi, telp dari Anton "siap-siap yah, kita berangkat neh dari rumah". "Okay, gw tunggu di BCA Islamic yah". Sambil menikmati sepoci teh manis gula batu (minuman wajib bangun pagi), bongkar daypack B2W, pilih si mac n assoriesnya, sepotong kemeja, perlengkapan mandi, handuk kecil dan flashdisk. Cibang-cibung bentar, jam 03 an siap-siap keluar rumah, minta tolong pak Satpam buat anterin ke Islamic (blom ada ojek jam segitu). Sepuluh menit kemudian sampe di depan BCA, ketemu ma oom black yang lagi ngupi n ngobrol ma sopir-sopir taksi, pesen kopi juga n larut dalam percakapan dengan mereka. Ga lama SMS masuk, "bro, sabar yah gw nyasar neh di BSD".Waduh kok bisa, telp mereka ternyata beneran nyasar karena salah masuk tol, (heran aja Tol Jakarta -Merak kan beda jauh ma Tol Lebak Bulus - BSD!!!! dari mana seh sebenernye????), kasih arahan sebentar, hingga menemukan jalan yang lurus dan benar (jalan raya serpong), gw putusin untuk ganti suasana dengan menemani sang boss koran yah sedang membongkar koran-koran edisi pagi ini, beli SKH Kompas dan Tempo (duo SKH fave gw), sambil sesekali menyeruput kopi. "Bro, gw dah sampe gerbang Karawaci, lo dimane???" telepon si anton,"ambil kiri terus ntar ada BCA, gw disitu". Ga nyampe 2 menit, muncullah Kijang Hijau Tosca dengan duo penumpangnya yang acak-acakan. Setelah say helo, ambil duit di ATM, kita langsung mengotori udara pagi itu dengan semburan gas CO2 yang keluar dari si kijang, Pelabuhan Merak "I m coming".

Istirahat sebentar buat sholat subuh di rest area, pukul 05 an masuk pelabuhan merak, dan langsung masuk ke KMP Raja Enggano. Weks, kecil amat neh kapal, cuma muat 34 mobil penumpang dan 2 truk sedang plus beberapa motor. Penumpang relatif sepi, ga dah musim mudik kali yah ..............

Menikmati semilir udara pagi yang sejuk di dek kapal sambil menikmati matahari terbityang samar-samar (sayang ga terlihat karena mendung), kita melakukan diskusi kecil untuk menuntaskan pekerjaan ini.

Diatas KMP Raja Enggano


Iseng-iseng kita tanya ma ABK, Mas ga rugi neh, nyebrang cuma bawa 36 Mobil (kira2 7,2 Jt) " ga lah mas, biaya bahan bakar atu rit (PP) cuma 6 jutaan, tapi klo diitung secara bisnis seh rugi. Ini kapal bantuan pemerintah untuk arus mudik, aslinya kita melayani trayek bengkulu - pulau enggano.

Pukul 12 an (pas adzan Dhuhur berkumandang) kita sampai ke tujuan, satu perusahaan di daerah natar - lampung. Penjelasan tentang detail pekerjaan di sampaikan oleh Ibu Rika (Operasional Head) dan Pak Wardi (Production Manager), akhirnya setelah berdiskusi panjang, Team memutuskan untuk menyewa lahan disekitar pabrik untuk memudahkan koordinasi dan pengerjaan. Rumah dan lahan penduduk sekitar kita sambangi satu persatu, lumayan dapat saudara baru dan akhirnya kita dapat satu lokasi yang hanya berjarak 500 m dari pabrik yang pemiliknya bersedia untuk kita pakai. Setelah deal dengan pemilik, team kembali ke Jakarta dengan target dinihari nanti sudah sampai di rumah. Niat jalan cepat tidak tersampaikan, karena kondisi rem si kijang ijo tidak maksimal, akhirnya hanya bisa pasrah.

Pukul 21 an mulai masuk pelabuhan bakauheni dan setelah menunggu + 30 menit, kita masuk kapal dan ambil posisi di dek atas, maklum lukman baru pertama kali naik ferry n tadi pagi ga berasa katanye. Matiin mesin, ambil posisi di pinggir dek (nyewa tikar goceng), ditemenin musik dari si mac, plus kudu kirim email ke my boss, perjalanan terasa begitu nikmat.



Kesibukan di atas ferry

Alhamdulillah perjalanan lancar, sampai Tangerang pukul 02 dinihari.Nice Trip !!.

Tuesday, September 14, 2010

Road To Curup - Bengkulu




H-10 Mudik 2010

Gw, Helan dan Pak Salam,
Setelah memutuskan akan membuat POSKO BERSIH-BERSIH (aka POSKO MUDIK), kita bertiga melakukan perjalanan ke jalur PANTURA untuk survey lokasi sekaligus ketemu ma para bikers lokal yang blum pernah kenal sama sekali, hanya berbekal nomor telepon dari Babe Johny, sang dedengkot Suzuki Thunder Indonesia. Perjalanan berjalan lancar dan terlihat mudik'ers dari Sumatera (plat BK, BN, BE dan BG) mulai memasuki Pantura. Terlintas keinginan untuk melakukan perjalanan panjang ke bengkulu sana.

H-8 Mudik 2010
Kriiing hand phone ku berbunyi .............
Telp dari Oom Tedy, dokternya si ijo. Boss, si ijo dah beres neh, siap buat buat perjalanan jauh ...... fiuuuh lega rasanya, mulai lagi timbul keinginan untuk perjalanan jauh

H-6 Mudik 2010
Gw, Helan, Dedy, Warta dan Nurmin berangkat lagi ke Pantura untuk membangun POSKO BERSIH-BERSIH. Dari Manggala Wanabakti kita menuju Pantura via tol Jakarta-Cikampek. Keluar di Gerbang Karawang Timur, telp brother TRC minta dijemput. Sambil menunggu jemputan datang, gw telpon Oom Nugie (MASTAN Bandung) yang janjian buat ambil spanduk mudik buat dipasang di ruas Cikampek - Cileunyi dan Cirebon - Palimanan. Oom Nugie datang, pindahin spanduk ke mobil oom nugie, kita langsung berangkat menuju purwasari. Total 4 Posko yang kita bangun dan selesai ,menjelang sahur. Mudik'ers mulai ramai melewati jalur PANTURA. Hasrat untuk melakukan perjalanan jauh semakin menyesaki dada. akhirnya telpon bundanya raka "nda, selasa kita berangkat ke curup yah, ke tempat yai n nyai", terkejut antara percaya dan tidak, sang bunda hanya berkata "okay, aku prepare yah".

H-5 Mudik 2010
Jam 6 an pagi sampai kantor, mandi, ganti baju kerja dan langsung browsing internet buat nyari informasi jalur mudik ke curup bengkulu. Info yang didapat sedikit membuat nyali ciut, "lintas tengah rawan kejahatan!!!". Dapat info frekuensi ORARI sepanjang jalur mudik dari milis taftdieselindonesia@yahoogroups.com, lumayan bisa buat SOS neh kalau terjadi apa-apa. Setelah kesibukan bekerja seharian, akhirnya menjelang isya bisa pulang ke rumah, dan langsung tidur lelap.

H-4 Mudik 2010
Niat hati bangun siang, apa daya sang putri "Sagarmatha Mahadewi Wangid" sudah teriak-teriak membangunkan, duh kangen yah nak, hampir seminggu ga ketemu yandanya??. Mandi, check si ijo baru ingat kalau Roofrack buat si ijo belum jadi, kacau neh ........ akhirnya beli roofrack seadanya (yang penting kuat dan membuat si ijo tambah gagah), tambang 20 meter (stock dirumah abis, dipakai buat jemuran ma si bunda) dan tali-tali prusik buat ngiket-ngiket barang2 didalam si ijo. Ga terasa dah lewat ashar, Pak RT lewat depan rumah sambil nanya "ke bengkulu?? bareng yuk, gw berangkat jam 22 an neh ke pagar alam". Weks jam 22???? bakalan lewatin lahat-tebing tinggi - muara beliti tengah malam keesokan harinya neh!! "ga ah, klo mau paling lambat jam 20 an dah cabut". "Okay!", jawab doi. Setelah bertukar frkuensi HT, kita pisah Soalnya masih ada urusan yang belum selesai.

Pukul 20 an, bismillahirohmannirrohim, kita sekeluarga berangkat meninggalkan Tangerang menuju Curup, mampir sebentar ke tempat Bro Roy si Rocky Biru buat nyelesain urusan bisnis. "jangan lupa lempo yah, katanya. Weks ga janji boss ............ (blom musim duren soalnye)

akhirnya pukul 21 an, ketemuan ma Pak RT di gerbang tol karawaci, mulailah perjalan kita .....
mampir di rest area buat ngisi solar si ijo,........ suasana mudik terasa sangat semarak. Sedikit tersendat di gerbang tol merak, akhirnya kita sampai di pelabuhan merak. antri euy ......

Antri di pelabuhan Merak


Diatas Kapal Ferry


TAFT DIESEL INDONESIA

Pukul 03.15 kita mulai keluar pelabuhan Bakauheni, mulai ngebut nyari rumah makan buat sahur dan kita sahur di RM Simpang Raya, dasar tukang ngobrol, kita berhenti sampai subuh menjelang. Selesai shalat subuh, tancap gas menuju kampung halaman.

Perjalanan Bakauheni - Kalianda- Bandar Lampung relatif lancar disertai hujan, mudik'ers dengan kendaraan roda dua tampak menyemut sepanjang jalan. Memasuki pinggiran kota Bandar Lampung, jalan mulai terasa bergelombang dan aspal rusak disana-sini membuat perjalanan sedikit tersendat. Keluar Bandar Lampung hingga daerah natar,hujan semakin deras dan lalulintas tambah ramai, selepas Natar, Pak RT dah ga sabaran langsung tancap gas meninggalkan kita. Okay By beh, hati-hati yah, teriakku di HT.

Natar - Bandar Jaya - Kotabumi - Bukit Kemuning berjalan lancar, si ijo tetap dipacu di angka 80 kpj. Istirahat 30 menit (sempat terlelap di bangku panjang RM Padang) n mandi karena ngantuk banget, otak mulai berhitung " Bukit Kemuning - Lubuk Linggau butuh waktu 10 - 12 Jam, waduh alamat jam 9 malam neh mulai naik tebing tinggi - muara beliti". Tancap gas abis, Bukit Kemuning - Blambangan Ompu - Martapura, si ijo diajak lari 100 kpj, Martapura - Sugih waras - Baturaja, jalan bergelombang dan sedikit lubang disana-sini, si ijo hanya mampu 80 kpj. Baturaja - Lahat, tancap gas abis dan sampai di lahat pukul 17.30 WIB.


Ngisi Solar


Check Roof rack, takut lepas yanda !!

hmmm masih 100 an km neh ke Tebing Tinggi dan itu bakalan melewati hutan dan perkebunan kelapa sawit. Nekat, tancap gas abis ........ selepas lahat, sempat parno ........ gara-gara ada dua mobil yang sepertinya menahan kecepatan kita dan tiba-tiba ada avanza hitam dari arah hutan muncul di belakang kita. Weks, begitu ada kesempatan, kita melepaskan diri dari rombongan. Sempat jalan sendiri hampir 30 km, tiba-tiba di depan terlihat 3 mobil beriringan (dari roofracknya pasti mudikers neh), dua mobil berhenti karena ada trouble engine, satu melesat sendirian. Kita ikut, dan menempel persis di belakangnya. Beberapa saat terlihat penumpang dan sopir mobil di depan mulai gelisah dan beberapa kali menengok ke arah kita.

Berhenti sejenak, pemandangannya keren euy

What's up bro??? Hahahahahaha ternyata mereka yang parno ..........
Begitu ada pos polisi di tengah hutan, mereka berhenti, kita ikutan berhenti dan langsung nembak ke mereka "panik yah pak??" "iya, kok dari tadi ngikutin terus" hehehehe setelah berkenalan, akhirnya kita konvoy bareng sampai tebing tinggi.

Pukul 21 an kita sampai tebing tinggi, masuk ke pos polisi sebenta buat bertanya amankah naik ke muara beliti jam segini??? dan jawabnya sangat tidak mengenakkan !! "Jangan pak kalau sendirian, kami tidak berani merekomendasikan jalan sendiri, kalau konvoy 2-3 mobil okelah".

Berpikir sejenak, akhirnya kita putuskan menunggu konvoy yang lewat. Alhamdulillah, ada bis ALS, 2 truk, 1 Daihatsu Terios, 1 Isuzu Panther dan 1 Suzuki Carry yang akan naik ke muara beliti. "Ikuuuuuuuuuuut, langsung ambil posisi di tengah-tengah mereka".

Kurang lebih 10 Km, ada telp dari kakak ipar yang mengabarkan ada family kita yang mantau lewat radio, setelah bertukar frekuensi akhirnya kita putuskan melepaskan diri dari konvoy dan dipantau hingga lubuk linggau.

Lubuk linggau - curup, merasa sudah di kampung sendiri kita langsung tancap gas menuju curup, melewati jalan yang berliku, gelap dan sendirian akhirnya pukul 23.40 an kita masuk kota Curup, alhamdulillah.




POSKO BERSIH-BERSIH

POSKO MUDIK? itu sebenarnya yang terlintas pertama kali diotak saya saat berdiskusi dengan beberapa kawan dari komunitas sepeda motor untuk membicarakan bhakti sosial yang akan kita buat dalam rangka Ramadhan 2010.

Ide awal kita mo bikin bukber bersama anak2 yatim piatu or membagikan tajil buat para pengendara yang terjebak kemacetan or sahur on road, tapi arah dikusi berubah saat ada yang nyeletuk "Bro, kenapa ga bikin MCK portable aja di jalur mudik, coz saat mudik, jangankan buat buang air, buat cuci muka aja susye banget. Padahal sebagai mudiker's yang naik motor, neh muka n badan penuh ma debu n keringat". Degh, langsung terpikir, gimana klo bikin POSKO MUDIK aja sebagai bhakti sosial kita tahun ini. Diskusi berlanjut, kali ini bersama Oom Emar Pasya Amangku (Edan neh orang, idenya ga abis-abis), Jeng Inung (endurance kerjanya TOB BGT) , My Boss dan Ninou_Hazuki (Jepun nyasar) langsung tersusun list material/permasalahan/solusi yang dibutuhkan;
1. MCK portable ga mungkin kita buat, yang paling mungkin adalah buat POSKO BERSIH-BERSIH, yaitu posko yang menyediakan air bersih dan tempat istirahat bagi para mudik'ers

2. Lokasi MCK diputuskan di titik Purwasari Cikampek (pemberhentian pertama para mudik'ers), sekitar simpang Jomin ("neraka kemacetan cikampek"), Patrol (titik pemberhentian kedua) dan pertigaan celeng (sekitar pos polisi loh bener-indramayu)

3.Petugas jaga??? siapa yang akan bertugas yah? pertanyaan ini muncul karena ternyata seluruh peserta diskusi akan mudik ke tempat orangtua/mertua. Solusi yang ada, kontak bikers lokal dengan menggunakan kekuatan jaringan yang kita punya (Thanks to Babe Johny Ermanto - Suzuki Thunder Indonesia), akhirnya dapat dikontak rekan-rekan dari "Black Community Chapter Subang"(Bro Qnoy) yang selanjutnya memberikan no telp brother Asep CEPONK dari Solidarity Yamaha Cikampek - Pantura (bikers wilayah cikampek), Team Riders Club - (bikers wilayah Purwasari, Cikampek), Bro Adji dari Matics Riders Patrol (bikers wilayah Patrol - Indramayu) danBro Fuad dari KOSTER Chapter Indramayu (Komunitas Suzuki Thunder).

4. Desain posko menggunakan konsep MCK saat penanggulangan bencana, namun di re-desain mengingat posko harus dapat dibongkar pasang dengan cepat dan mampu menahan terpaan angin yang cukup kuat di wilayah PANTURA.

5. Diskusi berlanjut dengan berbagi tugas sebagai berikut;
- re desain dan penentuan material POSKO




- penyusunan kebutuhan anggaran dan proposal (buat minta bantuan kepada pihak-pihak terkait)
- suvey lokasi dan dialog dengan bikers lokal

Perjalanan Survey ke PANTURA

6. Re-desain POSKO selesai dan material yang digunakan adalah pipa PVC (diameter 2 inch dan 3 inch) dengan alas palet kayu dan lubang bio pori untuk resapan

7. Proposal selesai dan segera dikirimkan ke ;
- Badan Standardisasi Nasional (kantor kita bernaung)
- PT. Harapan Widyatama Pertiwi (Produsen pipa PVC merk Unilon)
- PT. Tara Kusuma Indah (Produsen helm)
- Komunitas TDA (maklum project manager POSKO ini kan member TDA, so TDA harus diutamakan dong), namun karena melihat pada waktu bersamaan ada kegiatan Bukber dan Santunan Ramadhan, proposal urung dikirimkan

8. Pihak yang menerima proposal merespon dengan cepat dan langsung setuju membantu project ini terutama PT. Harapan Widyatama Pertiwi, mereka menyumbangkan hampir 1 truck engkel pipa PVC (paralon lah nama dagangnya), sayangnya karena miss komunikasi PT Tara Kusuma Indah gagal ikut (sayang .....)

9. Komunitas lokal pun setali tiga uang dan langsung setuju, H-7 kami menerima kabar baik sebagai berikut;
- 12 Komunitas motor di karawang-cikampek akan bergabung dengan TRC di POSKO Purwasari dan segala perijinan telah diberikan untuk mendirikan lokasi POSKO
- 3 Komunitas motor Cikampek (setelah simpang Jomin) akan bergabung dengan SYP-C mengelola POSKO. Namun karena ada informasi, arus lalulintas untuk sepeda motor akan dialihkan tidak melewati simpang jomin, POSKO didirikan di daerah Cikalong
- 13 Komunitas motor di Patrol akan bergabung dengan MRP dan ICMA untuk membantu POSKO. Lokasi POSKO di sekitar pasar Patrol
- 7 komunitas motor di indramayu akan bergabung dengan KOSTER Chapter indramayu, mengelola POSKO di pertigaan Celeng

10. H-7 dan H-6, POSKO dirakit di kantor dan didistribusikan ke PANTURA

- Perakitan POSKO Purwasari - Cikampek



- Perakitan POSKO Cikalong


- Perakitan POSKO PATROL



- Perakitan POSKO - LOHBENER, jam 23.00, suasana hujan deras tapi tetep kerja


11. H-5, POSKO diresmikan dan diperasionalkan untuk para mudik'ers




Alhamdulillah, project POSKO BERSIH-BERSIH berhasil diselesaikan (total waktu dari diskusi sampai eksekusi 10 hari). Dari laporan rekan-rekan di lapangan, Mudik'ers merasakan banyak manfaat, maklum selain dapat beristirahat di POSKO ini juga tersedia mekanik handal untuk memeriksa kesehatan motor mudik'ers.

Insyaallah, kalau diijinkan Allah SWT, POSKO ini akami kami buat lagi tahun depan dan dapat bersinergi dengan rekan-rekan komunitas yang lain.

Catatan:
Jalur Sumatera minim sekali POSKO mudik, hanya ada di ruas Bakauheni - Bandar Lampung, sehingga Rumah Makan dan Pom Bensin menjadi andalan untuk beristirahat. Situasi mudik hanya terasa sampai di daerah Kotabumi - Lampung Utara. Selepas Kota Bumi hingga lubuk linggau, saya relatif tidak menemui mudik'ers bersepeda motor (perjalanan di H-3)