Suasana kantor di Jl. Assyrot 46B Kebayoran lama masih sepi, Aries, Eko n Jaka sedang sibuk-sibuknya men-set ulang mesin cetak 4 warna dan 1 warna yang kita miliki, ini hari pertama kita masuk dan semua harus di set ulang pasca libur lebaran. Suasana lantai 2 mulai memanas, karena deadline yang sudah kita sepakati dengan beberapa klien sudah harus segera direalisasikan. Terdengar nada sambung mesin fax berbunyi, ada fax masuk !!.
Perlahan tapi pasti, selembar kerta keluar dari mesin fax, ternyata sebuah Purchase Order dari Lampung, weks !!!! ternyata penawaran kita untuk merevisi penampilan karung PT.xxxx disetujui. Team mulai berdiskusi dan membuka berkas2 yang sudah kita siapkan untuk pekerjaan ini, alternatif 1 untuk penyelesaian pekerjaan ini adalah mengirimkannya ke workshop kita, proses dan kirim balik ke lampung, sedangkan alternatif 2 kita mengerjakannya di lampung. Berdasarkan informasi yang kita peroleh, ternyata tidak memungkinkan bila kita kerjakan di workshop kita, berarti kita harus ke lampung. So, malam itu juga Team memutuskan untuk berangkat ke Lampung.
Sabtu, 18 September 2010 pukul 02.30
Kriiiiiiiing, my HP berbunyi, telp dari Anton "siap-siap yah, kita berangkat neh dari rumah". "Okay, gw tunggu di BCA Islamic yah". Sambil menikmati sepoci teh manis gula batu (minuman wajib bangun pagi), bongkar daypack B2W, pilih si mac n assoriesnya, sepotong kemeja, perlengkapan mandi, handuk kecil dan flashdisk. Cibang-cibung bentar, jam 03 an siap-siap keluar rumah, minta tolong pak Satpam buat anterin ke Islamic (blom ada ojek jam segitu). Sepuluh menit kemudian sampe di depan BCA, ketemu ma oom black yang lagi ngupi n ngobrol ma sopir-sopir taksi, pesen kopi juga n larut dalam percakapan dengan mereka. Ga lama SMS masuk, "bro, sabar yah gw nyasar neh di BSD".Waduh kok bisa, telp mereka ternyata beneran nyasar karena salah masuk tol, (heran aja Tol Jakarta -Merak kan beda jauh ma Tol Lebak Bulus - BSD!!!! dari mana seh sebenernye????), kasih arahan sebentar, hingga menemukan jalan yang lurus dan benar (jalan raya serpong), gw putusin untuk ganti suasana dengan menemani sang boss koran yah sedang membongkar koran-koran edisi pagi ini, beli SKH Kompas dan Tempo (duo SKH fave gw), sambil sesekali menyeruput kopi. "Bro, gw dah sampe gerbang Karawaci, lo dimane???" telepon si anton,"ambil kiri terus ntar ada BCA, gw disitu". Ga nyampe 2 menit, muncullah Kijang Hijau Tosca dengan duo penumpangnya yang acak-acakan. Setelah say helo, ambil duit di ATM, kita langsung mengotori udara pagi itu dengan semburan gas CO2 yang keluar dari si kijang, Pelabuhan Merak "I m coming".
Istirahat sebentar buat sholat subuh di rest area, pukul 05 an masuk pelabuhan merak, dan langsung masuk ke KMP Raja Enggano. Weks, kecil amat neh kapal, cuma muat 34 mobil penumpang dan 2 truk sedang plus beberapa motor. Penumpang relatif sepi, ga dah musim mudik kali yah ..............
Menikmati semilir udara pagi yang sejuk di dek kapal sambil menikmati matahari terbityang samar-samar (sayang ga terlihat karena mendung), kita melakukan diskusi kecil untuk menuntaskan pekerjaan ini.
Iseng-iseng kita tanya ma ABK, Mas ga rugi neh, nyebrang cuma bawa 36 Mobil (kira2 7,2 Jt) " ga lah mas, biaya bahan bakar atu rit (PP) cuma 6 jutaan, tapi klo diitung secara bisnis seh rugi. Ini kapal bantuan pemerintah untuk arus mudik, aslinya kita melayani trayek bengkulu - pulau enggano.
Pukul 12 an (pas adzan Dhuhur berkumandang) kita sampai ke tujuan, satu perusahaan di daerah natar - lampung. Penjelasan tentang detail pekerjaan di sampaikan oleh Ibu Rika (Operasional Head) dan Pak Wardi (Production Manager), akhirnya setelah berdiskusi panjang, Team memutuskan untuk menyewa lahan disekitar pabrik untuk memudahkan koordinasi dan pengerjaan. Rumah dan lahan penduduk sekitar kita sambangi satu persatu, lumayan dapat saudara baru dan akhirnya kita dapat satu lokasi yang hanya berjarak 500 m dari pabrik yang pemiliknya bersedia untuk kita pakai. Setelah deal dengan pemilik, team kembali ke Jakarta dengan target dinihari nanti sudah sampai di rumah. Niat jalan cepat tidak tersampaikan, karena kondisi rem si kijang ijo tidak maksimal, akhirnya hanya bisa pasrah.
Pukul 21 an mulai masuk pelabuhan bakauheni dan setelah menunggu + 30 menit, kita masuk kapal dan ambil posisi di dek atas, maklum lukman baru pertama kali naik ferry n tadi pagi ga berasa katanye. Matiin mesin, ambil posisi di pinggir dek (nyewa tikar goceng), ditemenin musik dari si mac, plus kudu kirim email ke my boss, perjalanan terasa begitu nikmat.
Pukul 12 an (pas adzan Dhuhur berkumandang) kita sampai ke tujuan, satu perusahaan di daerah natar - lampung. Penjelasan tentang detail pekerjaan di sampaikan oleh Ibu Rika (Operasional Head) dan Pak Wardi (Production Manager), akhirnya setelah berdiskusi panjang, Team memutuskan untuk menyewa lahan disekitar pabrik untuk memudahkan koordinasi dan pengerjaan. Rumah dan lahan penduduk sekitar kita sambangi satu persatu, lumayan dapat saudara baru dan akhirnya kita dapat satu lokasi yang hanya berjarak 500 m dari pabrik yang pemiliknya bersedia untuk kita pakai. Setelah deal dengan pemilik, team kembali ke Jakarta dengan target dinihari nanti sudah sampai di rumah. Niat jalan cepat tidak tersampaikan, karena kondisi rem si kijang ijo tidak maksimal, akhirnya hanya bisa pasrah.
Pukul 21 an mulai masuk pelabuhan bakauheni dan setelah menunggu + 30 menit, kita masuk kapal dan ambil posisi di dek atas, maklum lukman baru pertama kali naik ferry n tadi pagi ga berasa katanye. Matiin mesin, ambil posisi di pinggir dek (nyewa tikar goceng), ditemenin musik dari si mac, plus kudu kirim email ke my boss, perjalanan terasa begitu nikmat.












