Halaman awal

Tuesday, September 14, 2010

Road To Curup - Bengkulu




H-10 Mudik 2010

Gw, Helan dan Pak Salam,
Setelah memutuskan akan membuat POSKO BERSIH-BERSIH (aka POSKO MUDIK), kita bertiga melakukan perjalanan ke jalur PANTURA untuk survey lokasi sekaligus ketemu ma para bikers lokal yang blum pernah kenal sama sekali, hanya berbekal nomor telepon dari Babe Johny, sang dedengkot Suzuki Thunder Indonesia. Perjalanan berjalan lancar dan terlihat mudik'ers dari Sumatera (plat BK, BN, BE dan BG) mulai memasuki Pantura. Terlintas keinginan untuk melakukan perjalanan panjang ke bengkulu sana.

H-8 Mudik 2010
Kriiing hand phone ku berbunyi .............
Telp dari Oom Tedy, dokternya si ijo. Boss, si ijo dah beres neh, siap buat buat perjalanan jauh ...... fiuuuh lega rasanya, mulai lagi timbul keinginan untuk perjalanan jauh

H-6 Mudik 2010
Gw, Helan, Dedy, Warta dan Nurmin berangkat lagi ke Pantura untuk membangun POSKO BERSIH-BERSIH. Dari Manggala Wanabakti kita menuju Pantura via tol Jakarta-Cikampek. Keluar di Gerbang Karawang Timur, telp brother TRC minta dijemput. Sambil menunggu jemputan datang, gw telpon Oom Nugie (MASTAN Bandung) yang janjian buat ambil spanduk mudik buat dipasang di ruas Cikampek - Cileunyi dan Cirebon - Palimanan. Oom Nugie datang, pindahin spanduk ke mobil oom nugie, kita langsung berangkat menuju purwasari. Total 4 Posko yang kita bangun dan selesai ,menjelang sahur. Mudik'ers mulai ramai melewati jalur PANTURA. Hasrat untuk melakukan perjalanan jauh semakin menyesaki dada. akhirnya telpon bundanya raka "nda, selasa kita berangkat ke curup yah, ke tempat yai n nyai", terkejut antara percaya dan tidak, sang bunda hanya berkata "okay, aku prepare yah".

H-5 Mudik 2010
Jam 6 an pagi sampai kantor, mandi, ganti baju kerja dan langsung browsing internet buat nyari informasi jalur mudik ke curup bengkulu. Info yang didapat sedikit membuat nyali ciut, "lintas tengah rawan kejahatan!!!". Dapat info frekuensi ORARI sepanjang jalur mudik dari milis taftdieselindonesia@yahoogroups.com, lumayan bisa buat SOS neh kalau terjadi apa-apa. Setelah kesibukan bekerja seharian, akhirnya menjelang isya bisa pulang ke rumah, dan langsung tidur lelap.

H-4 Mudik 2010
Niat hati bangun siang, apa daya sang putri "Sagarmatha Mahadewi Wangid" sudah teriak-teriak membangunkan, duh kangen yah nak, hampir seminggu ga ketemu yandanya??. Mandi, check si ijo baru ingat kalau Roofrack buat si ijo belum jadi, kacau neh ........ akhirnya beli roofrack seadanya (yang penting kuat dan membuat si ijo tambah gagah), tambang 20 meter (stock dirumah abis, dipakai buat jemuran ma si bunda) dan tali-tali prusik buat ngiket-ngiket barang2 didalam si ijo. Ga terasa dah lewat ashar, Pak RT lewat depan rumah sambil nanya "ke bengkulu?? bareng yuk, gw berangkat jam 22 an neh ke pagar alam". Weks jam 22???? bakalan lewatin lahat-tebing tinggi - muara beliti tengah malam keesokan harinya neh!! "ga ah, klo mau paling lambat jam 20 an dah cabut". "Okay!", jawab doi. Setelah bertukar frkuensi HT, kita pisah Soalnya masih ada urusan yang belum selesai.

Pukul 20 an, bismillahirohmannirrohim, kita sekeluarga berangkat meninggalkan Tangerang menuju Curup, mampir sebentar ke tempat Bro Roy si Rocky Biru buat nyelesain urusan bisnis. "jangan lupa lempo yah, katanya. Weks ga janji boss ............ (blom musim duren soalnye)

akhirnya pukul 21 an, ketemuan ma Pak RT di gerbang tol karawaci, mulailah perjalan kita .....
mampir di rest area buat ngisi solar si ijo,........ suasana mudik terasa sangat semarak. Sedikit tersendat di gerbang tol merak, akhirnya kita sampai di pelabuhan merak. antri euy ......

Antri di pelabuhan Merak


Diatas Kapal Ferry


TAFT DIESEL INDONESIA

Pukul 03.15 kita mulai keluar pelabuhan Bakauheni, mulai ngebut nyari rumah makan buat sahur dan kita sahur di RM Simpang Raya, dasar tukang ngobrol, kita berhenti sampai subuh menjelang. Selesai shalat subuh, tancap gas menuju kampung halaman.

Perjalanan Bakauheni - Kalianda- Bandar Lampung relatif lancar disertai hujan, mudik'ers dengan kendaraan roda dua tampak menyemut sepanjang jalan. Memasuki pinggiran kota Bandar Lampung, jalan mulai terasa bergelombang dan aspal rusak disana-sini membuat perjalanan sedikit tersendat. Keluar Bandar Lampung hingga daerah natar,hujan semakin deras dan lalulintas tambah ramai, selepas Natar, Pak RT dah ga sabaran langsung tancap gas meninggalkan kita. Okay By beh, hati-hati yah, teriakku di HT.

Natar - Bandar Jaya - Kotabumi - Bukit Kemuning berjalan lancar, si ijo tetap dipacu di angka 80 kpj. Istirahat 30 menit (sempat terlelap di bangku panjang RM Padang) n mandi karena ngantuk banget, otak mulai berhitung " Bukit Kemuning - Lubuk Linggau butuh waktu 10 - 12 Jam, waduh alamat jam 9 malam neh mulai naik tebing tinggi - muara beliti". Tancap gas abis, Bukit Kemuning - Blambangan Ompu - Martapura, si ijo diajak lari 100 kpj, Martapura - Sugih waras - Baturaja, jalan bergelombang dan sedikit lubang disana-sini, si ijo hanya mampu 80 kpj. Baturaja - Lahat, tancap gas abis dan sampai di lahat pukul 17.30 WIB.


Ngisi Solar


Check Roof rack, takut lepas yanda !!

hmmm masih 100 an km neh ke Tebing Tinggi dan itu bakalan melewati hutan dan perkebunan kelapa sawit. Nekat, tancap gas abis ........ selepas lahat, sempat parno ........ gara-gara ada dua mobil yang sepertinya menahan kecepatan kita dan tiba-tiba ada avanza hitam dari arah hutan muncul di belakang kita. Weks, begitu ada kesempatan, kita melepaskan diri dari rombongan. Sempat jalan sendiri hampir 30 km, tiba-tiba di depan terlihat 3 mobil beriringan (dari roofracknya pasti mudikers neh), dua mobil berhenti karena ada trouble engine, satu melesat sendirian. Kita ikut, dan menempel persis di belakangnya. Beberapa saat terlihat penumpang dan sopir mobil di depan mulai gelisah dan beberapa kali menengok ke arah kita.

Berhenti sejenak, pemandangannya keren euy

What's up bro??? Hahahahahaha ternyata mereka yang parno ..........
Begitu ada pos polisi di tengah hutan, mereka berhenti, kita ikutan berhenti dan langsung nembak ke mereka "panik yah pak??" "iya, kok dari tadi ngikutin terus" hehehehe setelah berkenalan, akhirnya kita konvoy bareng sampai tebing tinggi.

Pukul 21 an kita sampai tebing tinggi, masuk ke pos polisi sebenta buat bertanya amankah naik ke muara beliti jam segini??? dan jawabnya sangat tidak mengenakkan !! "Jangan pak kalau sendirian, kami tidak berani merekomendasikan jalan sendiri, kalau konvoy 2-3 mobil okelah".

Berpikir sejenak, akhirnya kita putuskan menunggu konvoy yang lewat. Alhamdulillah, ada bis ALS, 2 truk, 1 Daihatsu Terios, 1 Isuzu Panther dan 1 Suzuki Carry yang akan naik ke muara beliti. "Ikuuuuuuuuuuut, langsung ambil posisi di tengah-tengah mereka".

Kurang lebih 10 Km, ada telp dari kakak ipar yang mengabarkan ada family kita yang mantau lewat radio, setelah bertukar frekuensi akhirnya kita putuskan melepaskan diri dari konvoy dan dipantau hingga lubuk linggau.

Lubuk linggau - curup, merasa sudah di kampung sendiri kita langsung tancap gas menuju curup, melewati jalan yang berliku, gelap dan sendirian akhirnya pukul 23.40 an kita masuk kota Curup, alhamdulillah.




No comments:

Post a Comment